Rabu, 12 Desember 2012

NASI JAGUNG (Salah satu bentuk olahan jagung)


       Keterbatasannya sumber daya terutama lahan dan irigasi. Untuk mencukupi kebutuhan makanan pokok, perlu dilakukan diversifikasi pangan khususnya makanan pokok. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap makanan pokok tunggal beras yaitu beralih ke jagung.
    Jagung merupakan salah satu serealia yang strategis dan bernilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah padi. jagung merupakan tanaman yang relatif lebih tahan terhadap kekurangan air daripada padi sehingga penanamannya dapat dilakukan setelah penanaman padi, yaitu pada musim kemarau. Jagung memiliki potensi besar sebagai alternatif makanan pokok selain beras. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan sumberdaya terutama lahan irigasi yang menjadi permasalahan pada produksi beras relatif tidak terjadi pada jagung. Disisi lain secara kandungan gizi jagung memiliki komposisi zat-zat makanan yang lebih komplet daripada beras. Selain sebagai sumber utama karbohidrat, juga mengandung zat gizi lain seperti: Energi (150,00kal), Protein (1,600g), Lemak (0,60g), Karbohidrat (11,40g), Kalsium (2,00mg), Fosfor (47,00mg), Serat (0,40g), Besi (0,30mg), Vit A (30,00 RE), Vit B1 (0.07mg), Vit B2 (0,04mg), Vit C (3,00mg), Niacin (60mg), dengan kandungan karbohidrat 74,26 g per 100g porsi edible menghasilkan total energi 365 Kcal (USDA, 2008) yang sangat berpotensi sebagai alternatif makanan pokok.




Produk olahan yang sekiranya dapat mencakup beberapa aspek diatas adalah beras jagung. Nasi jagung telah lama dikenal oleh masyarakat namun karena proses preparasi dari bentuk jagung pipil hingga nasi yang lama, meliputi proses penumbukan berulang serta penjemuran, maka penerimaannya sebagai bahan pangan pokok lebih rendah daripada nasi biasa. 

Rasa nasi jagung, serperti halnya nasi dari beras, dipengaruhi oleh kandungan amilosa. Makin rendah kandungan amilosa, rasa nasi jagungmenjadi semakin pulen (Zuraida et al, 2001). Pati jagung normal mengandung 74-76% amilopektin dan 24-26% amilosa. Dengan kadar amilosa tersebut diharapkan nasi yang terbentuk dari beras jagung masih bersifat pulen dan tidak keras saat dingin karena kadar amilosa yang tidak terlalu tinggi.

Dilihat dari keunggulan nasi jagung hal ini bisa di manfaatkan sebagai peluang bisnis kuliner dengan mengangkat tradisional food sebagai keunggulan kuliner yang ditawarkan. Prospek ini sangat menggairahkan karena saat ini masyarakat lebih concern terhadap makanan tradisional yang lebih sehat di bandingkan makanan fast food yang ada sekarang. 

Proses pembuatan beras jagung instan ini, 
Bahan Baku : Jagung pipilan
Peralatan:  Alat penggiling, ayakan 1,4 mm, oven, kompor, saringan, freezer
Cara Pembuatan
- Jagung pipilan digiling dengan mesin giling, hingga dihasilkan butiran sebesar beras nasi.
Setelah digiling, lakukan pengayakan 1,4 mm, dan yang lolos dari ayakan adalah dedak, sedangkan yang tertinggal diayakan adalah bagian beras jagung. Bagian yang tidak lolos ayakan ini kemudian ditampi menggunakan tampah untuk membersihkan kotorannya.
- Beras jagung ini kemudian dicuci dan direndam sekitar 2 jam dalam air. Buanglah komponen yang mengapung dan tiriskan dengan saringan.
- Jemur beras jagung ini dibawah sinar matahari sampai permuakaannya kering.
Beras jagung diberi air dengan perbandingan 1 : 5 dan dipanaskan, hingga tebentuk bubur yang ditandai dengan mengentalnya adonan, jumlah air perebusan berkurang atau habis, dan terbentuk warna jernih pada adonan
- Dinginkan bubur jagung yang terbentuk pada suhu ruang selama 15 menit untuk menurunkan suhu. 
- Kemas bubur dalam plastik dan rekatkan plastik dengan sealer. Kemasan ini kemudian dibekukan dalam freezer pada suhu -20° C selama 24 jam.
Setelah pembekuan, keluarkan bubur beku dan Iunakkan (thawing) melalui perendaman bubur beku dengan air di dalam baskom.Air rendaman harus diganti setiap lima menit.
Selanjutnya keringkan bubur jagung tersebut dengan menggunakan oven dengan suhu 60-70° C selama 3 jam.

1 komentar:

  1. NASI JAGUNG MODERN - Alami, Higienis dan Praktis

    Dihasilkan dari penelitian dan inovasi modern di bidang teknologi pangan menjadikan produk berkualitas tinggi, sehat dengan rasa alami jagung segar. Kandungan nutrisi Rendah Lemak dan Rendah kalori sesuai trend kebutuhan kesehatan. Cocok untuk Diet, Manjur untuk Diabetes & Kolesterol. Mari Budayakan: "ONE DAY NO RICE

    BalasHapus